Dimalam yang kelam ini
Hanya satu yang kupinta
Percikan cahayanya yang nampak menyilaukan itu
Janganlah kau biarkan diriku terselubungi kabut hitam
Bersama luka yang masih menganga lebar
Karena kini diriku sudah tak mampu lagi
Menahan jeratan rindu yang telah memenjarai diriku.
Oh angin malam ...
Sampaikan salam rindu ku pada dirinya,
Pada dirinya yang kini jauh dimata
Aku sungguh tersiksa dengan rasa rindu yang menyayat kalbu
Embun dipagi buta...
Kini menjelma bagai air mata yang kutumpahkan
Ya...
Kutumpahkan setelah kepergiannya
Kepergian tanpa salam perpisahan
Rindu ini kini mengalun sendu
Mengharap jiwa yang tak lagi dekat
Sebuah kata yang belum sempat terucap
Berkecamuk dihati dalam keterlambatan.
Hasrat yang belum terpuaskan
Akibat kebisuan ketika terwujud kebersamaan
Miris ...
Kini kalimat itu sendiri yang menambah luka diatas luka
Maafkan aku yang telah lancang menyayangimu
Telah menjatuhkan dirimu dalam palung rinduku
Menenggelamkan dirimu dalam cinta dan sayangku.
By Echa Prahmana Reza
Hanya satu yang kupinta
Percikan cahayanya yang nampak menyilaukan itu
Janganlah kau biarkan diriku terselubungi kabut hitam
Bersama luka yang masih menganga lebar
Karena kini diriku sudah tak mampu lagi
Menahan jeratan rindu yang telah memenjarai diriku.
Oh angin malam ...
Sampaikan salam rindu ku pada dirinya,
Pada dirinya yang kini jauh dimata
Aku sungguh tersiksa dengan rasa rindu yang menyayat kalbu
Embun dipagi buta...
Kini menjelma bagai air mata yang kutumpahkan
Ya...
Kutumpahkan setelah kepergiannya
Kepergian tanpa salam perpisahan
Rindu ini kini mengalun sendu
Mengharap jiwa yang tak lagi dekat
Sebuah kata yang belum sempat terucap
Berkecamuk dihati dalam keterlambatan.
Hasrat yang belum terpuaskan
Akibat kebisuan ketika terwujud kebersamaan
Miris ...
Kini kalimat itu sendiri yang menambah luka diatas luka
Maafkan aku yang telah lancang menyayangimu
Telah menjatuhkan dirimu dalam palung rinduku
Menenggelamkan dirimu dalam cinta dan sayangku.
By Echa Prahmana Reza
Komentar
Posting Komentar